By: Moh. Mukhlisin*
Dewasa ini PMII khususnya di internal PMII Sunan ampel Kediri mempunyai kekuatan atas kuantitas kader, hal ini adalah suatu harapan besar bagi PMII supel untuk mempertahankan atas kuantitas kader yang telah kita miliki sebagai kekuatan di mana peran dan posisi PMII sebagai organisasi ekstra kampus. Akan tetapi hari ini kita perlu Review bahwa PMII adalah organisasi Pengakaderan bukan organisasi massa, ini adalah tugas kita atas peran sebagai pengurus PMII supel untuk membangun kulitas dari kader itu sendiri, karena kalau kita hari ini hanya mengandalkan kuantitas maka tidak lama PMII akan mengalami Degradasi terhadap peran, posisi dan tanggung jawab sebagai kader Ulul albab.
Ketika kita melihat Identitas kita dan dibarengi dengan melihat kualitas kita ternyata hasil dari kualitas adalah minim itu merupakan kesalahan yang fatal, disinilah peran organisasi pengkaderan mulai di masiv’kan karena proses pengkaderan sifatnya adalah continue maka hal ini sifatnya jangan sampai vakum agar tidak terjadi stagnasi Pengkaderan. Format pengkaderan pun bisa dilakukan dengan berbagi cara, contoh pengkaderan Formal, Informal, dan nonformal.
Suatu saat kadang semangat militan kita melemah karena ada beberapa alasan terkait dengan waktu atau tugas-tugas kuliah menumpuk, Paradigma seperti itu lah yang sering membuat kita meninggalkan peran, posisi, dan tanggung jawab kita sebagai organisasi ekstra, Paradigma seperti itu lah yang perlu kita rubah agar tidak menjadi penyakit menular bagi kader PMII, dan mengurangnya semangat militansi sebagai warga pergerakan. Aturlah waktu sebaik mungkin jangan kamu yang diatur waktu.
*Penulis: Ketua Rayon Abunawas

KETUA RAYON ABU NAWAS 2009-2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar